Hukum Aksi - Reaksi Tetap Berlaku


Written on 8 June 2008 – 22:10 | by kirman

newton.gif

Hari ini saya merasa mendapat sebuah petunjuk tentang arti sebuah kesungguhan. Waktu sholat Isya’ tadi saya merenung tentang apa yang telah saya lakukan dahulu, yaitu tentang pengerjaan Tugas Akhir di kampus waktu masih kuliah. Hari ini saya sadar dan bahkan menyesal tentang apa yang telah terjadi. Tapi, saya harus melupakan hal tersebut namun jangan sampai mengulanginya lagi. Read the rest of this entry »

Pengamen Jakarta Lebih Ramah dari Solo


Written on 6 May 2008 – 23:33 | by kirman

pengamenKota Surakarta alias Solo, Jawa Tengah dikenal sebagai kota yang penduduknya ramah, sopan dan santun. Bahkan tutur katanya pun dikenal sebagai kata-kata yang paling lembut diantara bahasa daerah di negeri ini. Sayangnya, hal semacam ini tidak saya rasakan, padahal saya sendiri adalah bagian dari warga kota budaya ini. Pada saat bus yang saya tumpangi berhenti disekitar terminal Tirtonadi Solo, ada tiga kelompok pengamen masuk ke bus, padahal cuma berhenti beberapa menit loh. Wah bener bener ramah kota ini, baru berhenti beberapa menit saja sudah disambangi tiga kelompok pengamen secara bergiliran :( . Read the rest of this entry »

Warning Pak SBY


Written on 28 April 2008 – 07:02 | by kirman

He he he. berhubung anda termasuk orang baik, nggak ikutan njago jadi gubernur, maka belum perlu di-warning. nanti kalau mau meng-koleksi lukisan kaca begituan bisa dipertemukan dengan pelukisnya. Makasih untuk responnya. salam hangat.

Bk

Butet KartaredjasaTulisan diatas adalah balasan yang saya dapatkan dari pak Butet Kartaredjasa, seorang budayawan asal Yogyakarta yang ekarang menjabat presiden di Republik Mimpi. Saya menanggapi tulisan beliau yang dimuat di Suara Merdeka, Minggu (27/4) yang diposting diblognya tentang “Nguntal Negara“.

Dalam tulisan “Nguntal Negara” tersebut, pak SBY (Si Butet Dari Yogya) berpesan lewat “mas Celathu” yang jadi tokoh utamanya agar para dan calon pejabat tidak menggunakan kelebihannya untuk melakukan korupsi. Dengan ilustrasi dua buah lukisan kaca bergambar tokoh wayang, semakin menandakan bahwa apa yang ditulisnya merupakan sebuah ungkapan juga agar budaya Jawa tidak tertelan jaman. Seperti itulah, sedikit banyak pesan moral yang saya dapatkan dari tulisan beliau. Read the rest of this entry »